Sistematika Proposal PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 15 January 2010 21:20

SISTEMATIKA PROPOSAL

Walaupun tidak ada satu ketentuan terbaik tentang sistematika proposal, isi yang tercantum dalam proposal di bawah ini merupakan ketentuan minimal yang harus dibahas dalam proposal.

Sistematika proposal yang ditawarkan adalah:

1. Judul penelitian (proposal)

2. Latar belakang masalah

3. Identifikasi masalah termasuk pertanyaan penelitian

4. Variabel penelitian

5. Tujuan penelitian

6. Kegunaan penelitian

7. Definisi operasional

8. Asumsi (anggapan dasar) dan hipotesis (bila ada hipotesis)

9. Ringkasan tinjauan teoretis (dari buku, jurnal, internet, dan laporan penelitian yang relevan

10. Metodologi mencakup desain penelitian, sampel atau subjek, instrument, dan teknik analisis

11. Sistematika penulisan

12. Agenda kegiatan penelitian

13. Daftar pustaka

1. Judul penelitian (proposal)

Judul proposal skripsi dirumuskan dalam satu kalimat yang ringkas, komunikatif, dan afirmatif. Judul harus mencerminkan dan konsisten dengan ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, subjek penelitian, dan metode penelitian.

Maksud penulisan skripsi di bawah judul merupakan pernyataan ringkas, yakni untuk memenuhi salah satu syarat menempuh ujian strata satu (S1). Pernyataan mengenai maksud di atas ditulis dalam sampul luar dan sampul dalam.

2. Latar belakang masalah

Pembahasan latar belakang masalah dimaksudkan untuk menjelaskan alas an mengapa masalah yang diteliti itu timbul, dan merupakan hal yang penting untuk diteliti ditinjau dari segi profesi peneliti, pengembangan ilmu, dan kepentingan pembangunan. Beberapa butir penting yang harus disajikan dalam latar belakang masalah di antaranya adalah :

a. Alasan rasional dan esensial yang membuat peneliti merasa resah, sekiranya masalah tersebut tidak diteliti;

b. Gejala-gejala kesenjangan yang terdapat di lapangan sebagai dasar pemikiran untuk memunculkan permasalahan;

c. Kerugian-kerugian yang mungkin timbul seandainya masalah tersebut tidak diteliti;

d. Keuntungan-keuntungan yang mungkin diperoleh seandainya masalah tersebut diteliti;ng akan diteliti dalam ruang lingkup bidang studi yang ditekuni oleh peneliti.

3. Identifikasi masalah termasuk pertanyaan penelitian

Identifikasi masalah memuat rasionalisasi masalah dengan diperkuat oleh literature-litelatur dan pertanyaan penelitian intinya berisi tentang pertanyaan-pertanyaan yang akan diteliti dalam penelitian.

4. Variabel Penelitian

Variabel penelitian memuat tentang variabel-variabel yang ada dalam masalah yang akan diteliti oleh peneliti.

5. Tujuan penelitian

Tujuan penelitian terdiri dari tujuan umum dan khusus. Tujuan umum menggambarkan secara singkat apa yang ingin dicapai melalui penelitian yang dinyatakan dalam satu kalimat. Tujuan khusus merupakan tujuan secara rinci, bisa dirumuskan menjadi beberapa butir disesuaikan dengan pertanyaan penelitian yang diajukan.

6. Kegunaan penelitian

Kegunaan penelitian sebaiknya memaparkan mengenai manfaat setelah dilaksanakan penelitian baik secara teoritis maupun secara praktis.

7. Definisi operasional

Definisi operasional memaparkan tentang definisi istilah-istilah yang ada dalam penelitian, dengan dilengkapi oleh reperensi yang baku.

8. Asumsi (anggapan dasar) dan hipotesis (bila ada hipotesis)

Suatu penelitian mungkin mempunyai asumsi atau mungkin juga tanpa asumsi. Pada penelitian jenis pertama, fungsi asumsi adalah sebagai titik awal dimulainya penelitian, dan merupakan landasan untuk perumusan hipotesis. Dengan kata lain tanpa asumsi tersebut, penelitian tidak dapat dilaksanakan. Asumsi dapat berupa teori-teori, evidensi-evidensi dan dapat pula pemikiran peneliti sendiri yang dianggap benar dan tidak perlu dipersoalkan atau dibuktikan lagi kebenarannya.

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah atau sub-masalah yang diajukan oleh peneliti. Hipoteisi dijabarkan dari landasan teoretis dan anggapan dasar yang diajukan oleh peneliti. Melalui penelitian ilmiah hipotesis diuji kebenarannya, dan diperoleh apakan hipotesis diterima atau ditolak. Hipotesis penelitian dirumuskan dalam kalimat afirmatif, bukan kalimat Tanya, kalimat suruhan, kalimat saran, atau kalimat harapan.

9. Ringkasan tinjauan teoretis

Ringkasan teoretis yang memuat tentang teori-teori yang mendukung terhadap penelitian disajikan pada proposal penelitian bersifat garis besar, pembahasan yang lebih rinci dan lengkap akan disajikan pada Bab II.

10. Metodologi mencakup desain penelitian, sampel atau subjek, instrument, dan teknik analisis

Metodologi yang mencakup desain penelitian, sample atau subjek, instrument dan teknik analisis yang disajikan pada proposal penelitian bersifat garis besar, pembahasan yang lebih rinci dan lengkap akan disajikan pada Bab III.

11. Sistematika penulisan

Sistematika penulisan yang disajikan dalam skripsi dijelaskan secara garis besar dalam proposal penelitian.

12. Daftar pustaka

Daftar pustaka terdiri dari referensi buku, penelitian yang sudah ada (jurnal, skripsi, tesis, disertasi), serta referensi lain seperti majalah, dll. Dalam penyajiannya jangan disatukan, dan disusun berdasarkan alphabet.

PERSYARATAN MENGIKUTI SEMINAR PROPOSAL PRODI PKO:

1. Telah Menyelesaikan Perolehan 105 SKS dengan IPK ≥ 2,5

2. Lulus Mata Kuliah (PL 308) Tes Pengukuran, (PL 303) Statitik dan (PL 504) Mata Kuliah Metode Penelitian Pendidikan dalam Pelatihan Olahraga.

3. Bagi Mahasiswa angkatan 2007, 2008 dan seterusnya:

3.1. Menyertakan Sertifikat LDKM (Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa)

3.2. Menyertakan Sertifikat Kegiatan HIMA/UKM

PENULISAN SKRIPSI

A. Pengertian

Skripsi adalah karya tulis ilmiah resmi yang menjadi salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Sarjana Strata 1 (S1) di perguruan tinggi. Skripsi menggambarkan kemampuan akademik mahasiswa dalam merancang, melaksanakan, dan menyusun laporan penelitian pendidikan bidang studi atau penelitian yang berkenaan dengan masalah dalam bidang studinya. Skripsi harus dipertahankan dalam suatu ujian sidang yang dilaksanakan untuk memperoleh gelar Sarjana Strata 1, misalnya S.Pd. untuk Sarjana Pendidikan, S.Si. untuk Sarjana Sains, S.Hum. untuk Sarjana Humaniora, S.Psi. untuk Sarjana Psikologi, S.Ak. untuk Sarjana Akuntansi.

B. Karakteristik

Karakteristik skripsi adalah sebagai berikut:

1. Skripsi ditulis dengan bahasa Indonesia atau dalam bahasa asing atau bahasa daerah yang baik dan benar serta sesuai dengan program studi yang diikutinya oleh mahasiswa bersangkutan.

2. Skripsi ditulis berdasarkan hasil observasi lapangan, pengamatan, dan penelaahan pustaka.

3. Skripsi berbobot 6 sks.

4. Skripsi bidang pendidikan difokuskan pada eksplorasi permasalahan dan pemecahan masalah pendidikan serta pengajaran pada jenjang pendidikan prasekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, serta pada jalur pendidikan luar sekolah.

C. Ruang Lingkup Skripsi Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) khususnya Jurusan Pendidikan Kepelatihan

Seperti pada beberapa fakultas lainnya, ada dua jenis skripsi di lingkungan FPOK yaitu skripsi pendidikan dan skripsi non-pendidikan. Ruang lingkup skripsi di Jurusan Pendidikan Kepelatihan FPOK-UPI difokuskan pada bidang kajian sebagai berikut:

1. Efektivitas beberapa model dan alat bantu pelatihan olahraga baik atlet elit maupun atlet pemula.

2. Pengembangan teknik baru baik pada atlet elit maupun atlet pemula.

3. Gejala latihan keterampilan motorik ditinjau dari aspek neuro-fisiologis dan psikologis.

4. Efektivitas beberapa model dan alat bantu pelatihan olahraga.

Berdasarkan subdisiplin ilmu yang membangun kerangka ilmu keolahragaan (sport science), penulisan skripsi non-pendidikan dilingkungan FPOK khususnya Jurusan Pendidikan Kepelatihan dapat dilakukan untuk menguji kembali konsistensi konsep yang telah dikembangkan dalam :

1. Biomekanika olahraga

2. Sosiologi olahraga

3. Psikologi olahraga

4. Pedagogi olahraga

5. Pedagogi olahraga

6. Administrasi olahraga

7. Sejarah olahraga

8. Fisiologi olahraga

9. Ilmu kesehatan olahraga

10. Ilmu pelatihan olahraga

D. Persyaratan

Mahasiswa S1 yang diperbolehkan menulis skripsi adalah mereka yang telah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1. Telah lulus minimal sebanyak 105 sks dengan indek prestasi (IP) minimal 2,50.

2. Telah lulus mata kuliah Penelitian Pendidikan dengan nilai minimal 2,0.

Waktu untuk bimbingan skripsi paling lama 6 (enam) bulan. Perpanjangan waktu bimbingan paling lama 1 x 6 (enam) bulan atas usulan pembimbing pertama. Tebal skripsi 50-100 halaman (tidak termasuk lampiran).

E. Prosedur Bimbingan

Tahap penyelesaian skripsi melalui tiga tahap, yaitu: persiapan penelitian, pelaksanaan penelitian, dan penyelesaian akhir penelitian (ujian).

1. Tahap persiapan

Pada tahap persiapan, mahasiswa dianjurkan berkonsultasi atau diskusi dengan dosen pembimbing atau dosen yang memiliki keahlian pada bidang yang akan diteliti. Tujuannya untuk memantapkan topik, permasalahan, serta metodologi penelitian yang direncanakan. Berdasarkan hasil konsultasi, mahasiswa menyusun rancangan skripsi yang berupa proposal penelitian yang telah disetujui oleh dosen pembimbing, kemudian diajukan dalam ujian sidang proposal. Lihat sistematika proposal.

2. Tahap pelaksanaan penelitian dan bimbingan

Setelah SK pembimbing skripsi diterbitkan, mahasiswa bersangkutan mulai bekerja di bawah bimbingan pembimbing yang telah ditunjuk. Selama proses penelitian dan penulisan, mahasiswa tetap berkonsultasi secara teratur dengan para pembimbingnya sesuai dengan perjanjian antara mahasiswa dan dosen pembimbing.

3. Tahap penyelesaian akhir dan ujian

Setelah penulisan skripsi oleh pembimbing dinilai memenuhi persyaratan, mahasiswa dapat mengajukan ujian skripsi kepada ketua jurusan atau program studi.

F. Sistematika

Sistematika penulisan skripsi merujuk pada pedoman penulisan karya ilmiah dari Universitas Pendidikan Indonesia.

G. Penilaian

Penilaian skripsi dilakukan terhadap isi, bahasa, metode, sistematika, dan penyajian. Skripsi dipertahankan dalam ujian sidang, dan penilaian diberikan terhadap penguasaan isi, kemampuan mempertahankan skripsi secara ilmiah, dan kemampuan menggunakan bahasa Indonesia keilmuan dalam bidang studi bersangkutan.

Penilaian dilakukan dengan menggunakan format penilaian yang disediakan oleh Jurusan Pendidikan Kepelatihan.

H. Perbaikan Skripsi dalam Rangka Lulus Bersyarat

Apabila dalam sidang ujian, panitia penguji menilai skripsi mahasiswa masih mengandung kelemahan yang cukup mendasar dan harus diperbaiki, maka mahasiswa bersangkutan dinyatakan lulus bersyarat. Selanjutnya mahasiswa harus memperbaikinya di bawah pembimbing yang ditunjuk. Setelah perbaikan skripsi disetujui kemudian ditelaah kembali oleh Pimpinan Jurusan atau Program Studi untuk diberikan masukan dan disahkan.

Last Updated on Friday, 15 January 2010 21:20